TINELO.ID, POHUWATO — Proyek pembangunan kantor Bupati di Kabupaten Pohuwato yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendapat sorotan tajam.
Staf Khusus Ketua Lembaga Aliansi Indonesia, Harson Ali, menilai proyek strategis tersebut berpotensi menghadapi persoalan mendasar yang perlu segera ditelusuri oleh aparat penegak hukum dan lembaga pengawasan terkait.
Harson mengungkapkan dua poin krusial yang menjadi landasan kecemasannya terhadap proyek bernilai besar ini:
Masalah logistik ini dinilai dapat menghambat jadwal penyelesaian proyek, memicu risiko pemborosan anggaran, serta melanggar prinsip pengadaan barang dan jasa yang efisien dan tepat waku.
Proyek berskala nasional dan strategis ini dinilai tidak didukung oleh peralatan berteknologi tinggi yang memadai. Padahal, teknologi modern sangat krusial untuk menjamin kualitas struktur, ketepatan waktu pengerjaan, serta standar keselamatan gedung agar tahan lama.
Mengingat dana yang digunakan berasal dari uang negara melalui pajak rakyat, Harson menegaskan bahwa segala bentuk ketidaktertiban dalam pelaksanaan proyek tidak boleh dibiarkan.
Ia mendesak pemerintah daerah serta instansi pengawasan untuk turun tangan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
“Kami meminta pihak-pihak terkait untuk segera melakukan pengecekan, memberikan penjelasan terbuka kepada publik, serta memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan spesifikasi agar tidak merugikan keuangan negara,” tegas Harson.
Lembaga Aliansi Indonesia berharap desakan ini direspon cepat oleh pihak berwenang demi menjaga akuntabilitas pembangunan infrastruktur pemerintahan di Kabupaten Pohuwato tetap berjalan di atas koridor hukum yang berlaku.



