Bupati Saipul Mbuinga Tekankan Peran GOW Pohuwato Dukung Wajib Belajar 13 Tahun dan Cegah KDRT

TINELO.ID, POHUWATO – Di sela pelantikan dan pengukuhan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pohuwato periode 2026–2031 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pohuwato, Rabu (9/9/2026), Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun.

Menurut Saipul, salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama adalah memastikan anak-anak usia sekolah tetap mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan. Orang tua, kata dia, memiliki peran utama dalam mendorong dan memastikan keberlanjutan pendidikan anak.

“Pendidikan merupakan investasi terbesar bagi masa depan daerah. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan anak-anak kita kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan karena persoalan ekonomi, lingkungan, kurangnya perhatian, maupun faktor sosial lainnya,” tegasnya.

Ia menilai, keberhasilan program Wajib Belajar 13 Tahun tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam konteks tersebut, perempuan dinilai memiliki posisi strategis, terutama sebagai ibu sekaligus pendidik pertama bagi anak-anak di lingkungan keluarga. Peran tersebut menjadi penting dalam membentuk karakter, membangun kebiasaan belajar, serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Kami mengajak seluruh organisasi wanita yang tergabung dalam GOW untuk turut mengambil bagian dalam mendorong kesadaran orang tua agar memastikan anak-anak tetap bersekolah, mendapatkan pendidikan yang layak, serta tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang,” jelas Saipul.

Selain persoalan pendidikan, Bupati Saipul juga menyoroti pentingnya upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak. Menurutnya, isu tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena berkaitan erat dengan terciptanya lingkungan keluarga yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Selanjutnya, kekerasan dalam rumah tangga perlu saya sampaikan, meskipun hal ini sudah diulas oleh Ketua GOW Pohuwato. Ini juga menjadi perhatian Ketua GOW bersama seluruh jajaran,”ujarnya.

Ia menambahkan, pencegahan KDRT dan kekerasan terhadap anak harus menjadi bagian dari program kerja organisasi wanita, sekaligus mendukung berbagai program yang selama ini dijalankan Pemerintah Kabupaten Pohuwato.

“Pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dan terhadap anak ini juga menjadi bagian penting dalam program GOW untuk mendukung program-program pemerintah yang selama ini telah dijalankan,” tambahnya.

Saipul berharap, keberadaan GOW Kabupaten Pohuwato periode 2026–2031 tidak hanya menjadi wadah koordinasi organisasi perempuan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Melalui peran aktif organisasi wanita, pemerintah berharap upaya peningkatan kualitas pendidikan, perlindungan anak, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, serta penguatan ketahanan keluarga dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan demi mewujudkan keluarga yang sehat, aman, dan berkualitas di Kabupaten Pohuwato.

Pos terkait