TINELO.ID, POHUWATO – Pengembangan Bandara Panua Pohuwato dinilai menjadi sebuah tuntutan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya aktivitas investasi di daerah.
Pemerintah Kabupaten Pohuwato pun terus mendorong pengembangan bandara tersebut, khususnya terkait perpanjangan dan pelebaran runway.
Hal itu disampaikan Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, saat meninjau Bandara Panua Pohuwato di Desa Imbodu, Kecamatan Randangan, Kamis (10/9/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Saipul didampingi Kepala Dinas Perhubungan Pohuwato, Muslimin Nento, Camat Randangan, Saharudin Saleh, Sekretaris Dinas Perhubungan, Herdi Poha beserta jajaran, Kabag Prokopim, Ikbal Mbuinga, Tim Ahli Bupati Edo Sijaya, serta Kepala Satuan Pelayanan Bandara Panua Kabupaten Pohuwato, Sadli Agus Darise, bersama jajaran petugas bandara.
Bupati Saipul mengatakan, pengembangan bandara merupakan sebuah kepastian yang cepat atau lambat akan diwujudkan. Menurutnya, waktu akan menentukan kapan rencana tersebut dapat terealisasi.
“Pengembangan bandara adalah sebuah tuntutan. Seiring berjalannya waktu, ini adalah sebuah kepastian. Entah kapan ini terwujud, waktulah yang akan menentukan,”ujar Saipul.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus berupaya mendorong pengembangan Bandara Panua, baik dari sisi panjang runway maupun pelebarannya. Upaya tersebut dilakukan melalui konsultasi secara aktif dengan Kementerian Perhubungan.
Menurut Saipul, keberadaan Bandara Panua sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas daerah, terlebih Pohuwato saat ini terus mengalami pertumbuhan investasi dan ekonomi.
“Daerah kita banyak investasi dan pertumbuhan ekonomi setiap tahun juga meningkat. Untuk itu, pengembangan bandara ini terus kami dorong dengan melakukan konsultasi aktif dengan Kementerian Perhubungan,”katanya.
Selain mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi, Saipul menilai Bandara Panua juga berpotensi menjadi bandara alternatif ketika Bandara Djalaluddin Gorontalo mengalami kendala akibat cuaca ekstrem. Bahkan, menurutnya, Bandara Panua dapat menjadi salah satu alternatif bagi penerbangan dari maupun menuju kawasan Manado.
Ia menyebut kondisi geografis di sekitar Bandara Panua menjadi salah satu keunggulan karena tidak memiliki persoalan awan tebal maupun kendala kedekatan dengan pegunungan seperti yang dapat menjadi tantangan bagi operasional penerbangan di lokasi tertentu.
Lebih jauh, Bupati Saipul mengatakan perpanjangan runway akan membuka peluang yang lebih besar bagi Pohuwato. Dengan runway yang lebih panjang, akses bagi kalangan pengusaha, kementerian maupun wisatawan untuk datang ke Pohuwato akan semakin terbuka.
Keyakinan tersebut, kata Saipul, turut diperkuat oleh capaian pertumbuhan ekonomi Pohuwato. “Daerah kita sangat menunjang untuk perpanjangan runway. Berdasarkan rilis BPS Pusat, dari sekitar 500 kabupaten/kota, Pohuwato masuk 10 besar pertumbuhan ekonomi. Kita mendapatkan urutan yang ke-6,”jelasnya.
Saipul mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Pohuwato telah menyampaikan surat kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman Laisa, terkait permohonan perpanjangan runway Bandara Panua.
Menurutnya, runway Bandara Panua yang saat ini memiliki panjang sekitar 1.200 meter masih terbatas untuk pesawat dengan kapasitas penumpang kecil atau pesawat perintis.
“Yang existing sekarang itu 1.200 meter, hanya didarati oleh pesawat perintis yang jumlah penumpangnya kecil,”ungkapnya.
Pemkab Pohuwato juga mendapat dukungan dari pihak perusahaan yang menginginkan agar Bandara Panua dapat melayani pesawat dengan tipe Boeing 737. Permohonan pengembangan tersebut, kata Saipul, bahkan telah disampaikan kepada Presiden dan Menteri Perhubungan.
“Insyaallah mendapat dukungan. Insyaallah tidak trauma lagi kalau sudah dengan tipe ATR dan apalagi tipe Boeing 737. Karena pesawat jenis besar akan mempermudah pelayanan dari dan ke Pohuwato, serta penerbangannya aman,”katanya.
Ia optimistis, rencana pengembangan Bandara Panua pada akhirnya akan terealisasi seiring dengan kemajuan daerah yang ditopang oleh investasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Kami meyakini suatu saat penantian ini akan terwujud dengan melihat kemajuan daerah yang didukung oleh investasi dan pertumbuhan ekonomi. Kapan terwujud, tentu tinggal persoalan waktu saja,”tutur Saipul.
Selain itu, Pemkab Pohuwato masih memiliki lahan milik pemerintah yang dinilai dapat mendukung rencana pengembangan bandara, baik untuk perpanjangan maupun pelebaran runway. Pelebaran tersebut juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan penerbangan pesawat kargo.
Di sisi lain, Bupati Saipul menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam mewujudkan rencana pengembangan Bandara Panua.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dan dukungan seluruh masyarakat.



