TINELO.ID, POHUWATO – Puskesmas Motolohu, Kecamatan Randangan, Pohuwato menggelar pelatihan bagi kader Posyandu dan anggota PKK, guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penyiapan makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dan balita yang mengalami kekurangan gizi.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya untuk menurunkan angka stunting melalui intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif.
Stunting pada anak dapat dicegah melalui dua jenis intervensi utama, intervensi gizi spesifik yang mengatasi penyebab langsung, dan intervensi gizi sensitif yang mengatasi penyebab tidak langsung.
Salah satu bentuk intervensi gizi spesifik yang efektif adalah Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA). PMBA merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kualitas hidup ibu, sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).
Kader Posyandu memainkan peran krusial dalam kesehatan masyarakat, terutama dalam memastikan status gizi balita.
Mereka diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara petugas kesehatan dan masyarakat, membantu masyarakat mengidentifikasi serta memenuhi kebutuhan kesehatan mereka.
Selain itu, kader Posyandu juga berperan penting dalam menyediakan informasi kepada pejabat kesehatan yang mungkin tidak dapat menjangkau masyarakat secara langsung, serta mendorong para pejabat kesehatan untuk memahami dan merespons kebutuhan masyarakat.
Pelatihan yang diadakan oleh Puskesmas Motolohu ini dibuka secara resmi oleh Camat Randangan, Saharudin Saleh, S.E., MM, Senin (24/06/2024), dan didampingi Ketua TP-PKK Kecamatan Randangan, Ferlin Mamu, S.E, yang turut serta memberikan materi dengan tema “Peran Serta PKK dalam Penurunan Angka Stunting”. Hadir pula Kepala Puskesmas Motolohu, Triwijayati Djuari dan Kepala Tata Usaha Husna Djaina, S.ST, serta seluruh ASN di lingkup Puskesmas Motolohu.
Dalam paparannya, Ferlin yang juga Karyawan BRI Cabang Marisa ini menekankan pentingnya kolaborasi antara PKK, stakeholders, dan seluruh masyarakat dalam menjaga 1.000 hari pertama kehidupan anak sebagai upaya efektif menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Randangan.
Pelatihan kader dilakukan dengan metode ceramah dan praktik pembuatan produk makanan berbasis pangan lokal. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini, karena mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua tim pelaksana kegiatan, Husna Djaina, S.ST, menyampaikan bahwa pelatihan ini telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan, dan para peserta merasa terbantu dengan informasi dan menu-menu baru yang diperoleh untuk mendukung kesehatan balita di wilayah mereka.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kader Posyandu dan anggota PKK dapat lebih efektif dalam menjalankan perannya dalam penanggulangan stunting, sehingga angka stunting di Randangan dapat ditekan secara signifikan.



