Plt. Kadis Pendidikan Arman Mohamad Angkat Bicara Soal Jajarannya Refreshing ke Manado

TINELO.ID, POHUWATO – Arman Mohamad selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato merespon pernyataan Ketua LSM Labrak Rifqy Samoe terkait 174 Kepsek, Bendahara, Pengelola BOS serta sejumlah ASN di Bidang Dikdas ‘Cuci Mata dan Refreshing’ ke Manado.

 

Kadis Arman Mohamad awalnya enggan merespons terkait pernyataan Ketua LSM Labrak. Arman mengaku tidak mau menjawab detail pertanyaan yang diajukan.

 

“Saya mau tanya dulu, karena saya juga tidak ikut pergi”, kata Arman, saat ia dimintai keterangan sebelumnya.

 

Namun, saat berita tentang “174 Kepsek, Bendahara, Pengelola BOS serta ASN Dikdas Pohuwato ‘Cuci Mata dan Refreshing” ke Manado? terbit. Barulah Arman menjelaskan bahwa pihaknya justru memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.

 

“Dinas justru mengapresiasi partisipasi dan kolaborasi dari para kepala sekolah menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas pengelolaan Dana Bos”, kata Arman, kepada SeputarPohuwato, dibalik telepon, Senin malam (24/06/2024).

 

Hal ini, menurut Arman, dimaksudkan untuk melatih para bendahara dan operator agar paham terhadap regulasi dan tata kelola dana BOS, agar penggunaannya efektif, efisien dan sesuai dengan ketentuan.

 

Mantan Camat Buntulia ini juga menyebutkan, terdapat 12 komponen yang dapat dibiayai oleh dana BOS sesuai Permendikbud Ristek nomor 2 tahun 2022 tentang juknis dana BOS.

 

“Dan salah satu diantaranya adalah peningkatan kompetensi Guru dan tenaga kependidikan, pelaksanaannya pun bisa dimana saja sesuai kebutuhan. Yang jelas, kegiatan ini dananya bersumber dari DAK non fisik APBN yakni dana BOS bukan dari DAU atau PAD”, tuturnya.

 

Sebelumnya diberitakan Ketua LSM Labrak Pohuwato Rifqy Samoe mengkritik 174 Kepala Sekolah, Bendahara, Pengelola BOS dan sejumlah ASN di Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato, nampak lebih banyak plesiran dan lebih memilih keluar daerah untuk “cuci mata dan refreshing” yang dibalut dengan perjalanan dinas ke Manado, Sulawesi Utara.

 

Hal tersebut ia katakan karena kesal dan kecewa lantaran keluarga besar Dinas Pendidikan Pohuwato ini hanya bisa keluyuran ke luar daerah tentu dengan jaminan biaya dari uang rakyat.

 

Rifqy pun mencoba menebak-nebak, bahwa mungkin saja ratusan Kepsek, Bendahara, Pengelola BOS dan sejumlah ASN di Bidang Dikdas ini gampang terserang “penyakit stres” dengan keadaan dan masalah yang begitu banyak di Pohuwato, sehingga boleh jadi sedikit-sedikit mereka pun lebih memilih keluar daerah untuk “cuci mata dan refreshing” ke Manado.

Pos terkait