TINELO.ID, POHUWATO – Tokoh masyarakat di Kabupaten Pohuwato, Yusuf Mbuinga, SH., menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pertambangan di daerah serta potensi konflik yang ditimbulkan akibat aktivitas investasi yang tidak terkendali.
Ia menilai perlu dilakukan audit secara menyeluruh terhadap seluruh izin investasi yang ada. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih kebijakan yang berujung pada konflik horizontal dan kerusakan lingkungan.
“Saya menyarankan agar dilakukan audit total terhadap semua izin investasi di daerah. Ke depan, sebaiknya tidak ada lagi penambahan izin baru yang justru berpotensi menimbulkan konflik dan kerusakan lingkungan yang semakin masif,” ujar Yusuf, Kamis (30/04/2026).
Selain itu, terkait rencana aksi massa yang akan berlangsung pada 1 hingga 7 Mei dalam momentum Hari Buruh Internasional, Yusuf mengimbau agar kegiatan tersebut dapat ditunda sementara waktu.
Menurutnya, penundaan aksi dapat memberi ruang bagi adanya itikad baik dari pihak perusahaan dalam merespons tujuh tuntutan masyarakat penambang.
Ia juga mengingatkan bahwa aksi massa berpotensi ditunggangi oleh kepentingan lain yang justru dapat memperkeruh situasi dan memicu konflik yang lebih luas.
“Kita tetap memperjuangkan tuntutan penambang, tetapi mari kita jaga keamanan dan ketenteraman daerah yang kita cintai bersama,” tambahnya.
Yusuf berharap adanya solusi yang adil terhadap tujuh tuntutan masyarakat penambang, serta peran aktif dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Pohuwato dalam memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa konflik pertambangan sebaiknya diselesaikan melalui meja perundingan, bukan melalui langkah konfrontatif di lapangan.
Sebagai contoh, ia mengaku terinspirasi dari pendekatan damai yang pernah dilakukan oleh Jusuf Kalla dalam menyelesaikan konflik sosial di berbagai daerah di Indonesia.
“Kita perlu mengedepankan dialog dan musyawarah untuk mencapai solusi yang berkeadilan bagi semua pihak,” tutup Yusuf,(Red).



