Tafsir Astronomi atas Fenomena Ikan Nike di Perairan Gorontalo pada Akhir Safar 1445 Hijriah
Penulis : Zulfiyah Mardjun
TINELO.ID – Masyarakat Gorontalo mempunyai kebiasaan mengamati fenomena kemunculan ikan nike yang terbilang unik. Ikan nike hidup di sungai, kemudian berimigrasi ke laut dan akan kembali lagi ke sungai untuk masa pemijahan selanjutnya di air tawar untuk perkembangbiakannya nanti. Ikan ini tidak muncul setiap hari di setiap bulan tapi hanya muncul pada setiap akhir bulan mendekati fase bulan mati. Kemunculan ikan nike pada akhir bulan menjelang bulan baru inilah yang dijadikan dasar dalam penentuan awal bulan hijriah oleh masyarakat Gorontalo.
Ikan nike muncul selama tiga tahap. Ikan nike pertama pada bulan Safar 1445 Hijriah muncul pada Jumat, 8 September 2023 (22 Safar 1445) pada pukul 18:30 WITA. Kemunculan ikan nike pertama diikuti dengan kemunculan ikan nike kedua (bililowa koronga) pada Rabu, 13 September 2023 (27 Safar 1445) pada pukul 18:00 WITA. Adapun ikan nike ketiga (bililowa putih) muncul pada Kamis, 14 September 2023 (28 Safar 1445) pada pukul 14:00 WITA. Ikan nike kembali ke sungai pada Jumat, 15 September 2023 (29 Safar 1445) pada pagi sampai siang hari.
Kemunculan ikan nike tahap ketiga (bililowa putih) menjadi tanda bahwa ikan nike akan segera berakhir pada periode bulan tersebut dan akan kembali ke sungai. Fenomena kembalinya ikan nike ke sungai inilah yang dijadikan dasar oleh masyarakat Gorontalo sebagai pergantian awal bulan hijriah. Berdasarkan pada fenomena kemunculan ikan nike pada bulan Safar 1445, maka masyarakat Gorontalo meyakini pergantian bulan baru, yaitu tanggal 1 Rabiul Awal 1445 terjadi pada Sabtu, 16 September 2023.
Kunci utama pergantian bulan kamariah adalah peristiwa konjungsi atau ijtimak. Konjungsi terjadi apabila Bulan dan Matahari berada dalam satu garis ekliptika. Sederhananya, saat nilai Ţūl al-Qamar/Apparent Longitude Bulan (ALB) sama dengan atau mendekati nilai Ţū al-Syams/Ecliptic Longitude Matahari (ELM). Momen konjungsi terjadi pada akhir bulan dengan ditandai nilai terkecil Fraction Illumination Bulan (FIB).
Secara hisab astronomi, peristiwa ijtimak akhir Safar 1445 Hijriah terjadi pada Jumat, 15 September 2023 Masehi, pukul 09:40 WITA. Elemen lain yang harus diperhatikan untuk pergantian awal bulan kamariah adalah waktu Matahari terbenam (gurūb). Peristiwa tersebut sangat erat kaitannya dengan lahirnya Hilal yang merupakan titik sentral dalam pergantian bulan kamariah. Menurut teori astronomi, apabila konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam (qabla al-gurūb), maka Hilal berada di atas ufuk. Dalam keadaan demikian, terdapat dua kemungkinan, Hilal berhasil dirukyat atau tidak. Jika Hilal berhasil dirukyat, maka pada detik itu juga terjadi pergantian bulan kamariah. Jika tidak berhasil dirukyat, maka pergantian bulan terjadi pada lusa (istikmāl). Apabila ijtimak terjadi setelah Matahari terbenam (ba’da al-gurūb), maka dipastikan Hilal berada di bawah ufuk. Itu artinya, Hilal pasti tidak dapat dirukyat, sehingga harus istikmāl.
Matahari terbenam pada tanggal 29 Safar 1445 Hijriah (15 September 2023 Masehi) untuk lokasi Gorontalo pada pukul 17:47 WITA. Berdasarkan perhitungan astronomi di atas, konjungsi akhir bulan Safar 1445 Hijriah terjadi sebelum Matahari terbenam, yaitu pukul 09:40 WITA. Maka, secara teori astronomis Hilal berada di atas ufuk.
Secara teori, keberhasilan rukyat Hilal harus memperhatikan beberapa hal, yaitu ketinggian Hilal, elongasi (jarak sudut Bulan-Matahari) dan umur bulan (jarak dari konjungsi sampai Matahari terbenam). Jika merujuk kepada kriteria visibilitas Hilal (imkān al-rukyah) baru yang disepakati oleh Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS), maka Hilal dimungkinkan terlihat dengan minimal ketinggian 3 derajat dan elongasi 6.4 derajat.
Kemunculan ikan nike pertama, kedua dan ketiga (8, 13, 14 September 2023) Bulan sudah berada pada fase waning crescent. Pada saat kembalinya ikan nike ke sungai (15 September 2023) sebenarnya sudah terjadi konjungsi akhir bulan Safar 1445 Hijriah pada pukul 09:40 WITA. Namun, ketinggian hilal pada Jumat, 15 September 2023 dilihat dari Gorontalo adalah 2 derajat 40 menit 26.9 (mar’i), sedangkan elongasinya 4 derajat 31 menit 47.15 detik. Dengan demikian, ketinggian hilal dan elongasi masih di bawah batas ambang kriteria visibilitas hilal baru MABIMS. Oleh karena itu, hilal tidak mungkin dirukyat pada Jumat sore, 15 September 2023 (29 Safar 1445), sehingga bulan Safar digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). Maka Bulan Rabiul Awal 1445 bertepatan dengan Ahad, 17 September 2023.



