TINELO.ID, POHUWATO — Badai persoalan di Bulangita ternyata tidak berhenti pada tragedi kematian penambang dan ekskavator yang tetap beroperasi. Kini, warga pesisir Pohuwato Timur melaporkan dampak lingkungan yang kian parah: aliran air berlumpur dari arah Bulangita disebut mengendap di kawasan Pohon Cinta, ikon wisata kebanggaan daerah.
Mangrove di area tersebut mulai mati, aliran air tersumbat, dan warga khawatir banjir mengancam pemukiman. Situasi ini membuat masyarakat semakin resah dan mendesak penindakan lebih serius terhadap aktivitas tambang ilegal—yang jaraknya hanya 2 KM dari Polres Pohuwato.
—
Pohon Cinta Diserbu Lumpur Tambang: “Ini Sudah Bukan Sekadar Air Pasang”
Upik, warga Pohon Cinta, menyampaikan pengamatannya mengenai kondisi lingkungan yang semakin rusak.
> “Ini bukan air pasang. Ini lumpur. Mengendap, naik terus, dan merusak mangrove. Pohon Cinta itu kebanggaan kita, masa mau rusak karena limbah tambang?”
— ujar Upik, Jumat (14/11/2025).
Ia menilai kerusakan ini sudah dalam fase mengkhawatirkan dan mengancam masa depan kawasan pariwisata yang menjadi ikon kabupaten.
—
Kerusakan lingkungan yang kini menyentuh sektor wisata memperkuat gelombang kritik publik. Banyak warga mempertanyakan efektivitas pengawasan dan penindakan karena lokasi PETI sangat dekat dengan Mapolres.
Pertanyaan yang muncul di berbagai forum publik antara lain:
Mengapa PETI Bulangita yang hanya berjarak 2 KM tidak tertangani tuntas?
Bagaimana ekskavator bisa tetap bekerja setelah ada korban jiwa?
Mengapa kerusakan lingkungan merambat hingga ikon wisata Pohon Cinta sebelum ada penindakan signifikan?
Apakah pengawasan terhadap tambang liar ini berjalan sebagaimana mestinya?
Warga menegaskan bahwa pertanyaan ini bukan untuk menyerang personal, melainkan untuk meminta akuntabilitas dan tindakan nyata dari Kapolres Pohuwato dalam melindungi keselamatan warga dan lingkungan.
> “Kalau jauh, mungkin bisa dimaklumi. Tapi ini hanya 2 KM dari Polres. Wajar kalau masyarakat bertanya, kok bisa begini terus?”
— ujar salah satu warga.
—
Hingga berita ini dimuat, masyarakat masih menanti penjelasan dan langkah konkret dari Polres Pohuwato terkait:
1. Kematian penambang di PETI Bulangita
2. Aktivitas ekskavator pasca tragedi
3. Dampak limbah tambang terhadap kawasan wisata Pohon Cinta
4. Penertiban aktivitas PETI di radius sangat dekat dengan Markas Polres
Sementara warga makin resah dan kerusakan lingkungan terus melebar, publik berharap Kapolres Pohuwato segera memberikan jawaban tegas dan langkah nyata untuk meredam kegelisahan masyarakat.



