TINELO.ID, POHUWATO – Melalui sosialisasi, yang di gelar di aula kampus Universitas Pohuwato, Komisi Pemilihan Umum KPU Kabupaten Pohuwato ajak generasi milenial atau yang di kenal dengan generasi ‘Z’ agar dapat meningkatkan partisipasi memilih dan memahami tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh ketua KPU Pohuwato yang di wakili oleh PLH ketua Iskandar Ibrahim yang di dampingi oleh Divisi Hukum dan Pengawasan KPU, Rektor Unipo Jorry Karim, Wakil Rektor I Haris Hasan, dan diikuti oleh para Mahasiswa, Selasa (06/02/2024).
Dalam sambutannya Iskandar Ibrahim mengatakan, bahwa sosialisasi tersebut terus dilakukan secara masif dari semua statmen pemilih.
“Terkait sosialisasi memang kebetulan berada pada devisi saya yang menampung devisi sosialisasi pemilih partisipasi masyarakat dan SDM, maka kemudian kegiatan kegiatan sosialisasi sudah kita lakukan secara masif dari semua statmen pemilih,”jelas Iskandar.
Iskandar Ibrahim menjelaskan, Ada beberapa statmen sasaran pemilih, baik itu basis keluarga, basis keperempuanan basis pemilih pemula, basis keagamaan, basis pemilih komunitas, dan basis pemilih milenial.
Karena menurut Iskandar, berdasarkan pemilih tetap di Indonesia itu berjumlah 204 juta sekian, yang terdaftar dalam pemilih tetap.
“Dan dari 204 juta sekian itu ada 113 juta itu Pimilih pemula yang disebut dengan generasi ‘Z’. Dan biasanya kalau pemilih pemula itu berada pada tataran pemilih yang menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali, baik itu di kalangan SMA atau di kalangan Mahasiswa,”ungkap Iskandar.
Kata Iskandar, generasi milenial biasanya lahir dari generasi 1980 sampai dengan 1994 atau 1996, sehingga hal itu disebut dengan generasi milenial pada umumnya, dan untuk pemilu di 2024 lebih besar di dominasi oleh generasi milenial.
“Kita harus tau bahwa pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyat untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, Anggota DPD, anggota DPRD Provinsi maupun anggota DPRD Kabupaten/kota,”terang Iskandar.
Terakhir Iskandar menuturkan, bahwa untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula, pihaknya melakukan gerakan ajakan di berbagai media sosial.
“Biasanya tentang gerakan ajakan untuk memilih itu selalu tampil di beranda-beranda Facebook, akun tiktok, dan itu bagian dari cara dan strategi kami untuk meningkatkan partisipasi dari generasi milenial,”pungkasnya.



