TINELO.ID, POHUWATO – Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Moolango Kabupaten Pohuwato, menyatakan kesadaran masyarakat dalam membayar air tepat waktu masih kurang, hal tersebut dilihat dari tunggakan tagihan setiap bulannya.
Ir. Hairudin Usman selaku Direktur PDAM Tirta Moolango Kabupaten Pohuwato, mengatakan meski sosialisasi terus dilakukan terkait kepatuhan dan kesadaran masyarakat dalam membayar air, namun masih banyak masyarakat yang suka menunggak pembayaran.
“Jadi, perusahaan ini bisa hidup ketika masyarakat itu punya kesadaran membayar tepat waktu, efektivitas penagihan kita (PDAM) itu paling tinggi 40 persen, hanya total sebanyak 400 juta. Sementara saya harus menggaji karyawan sebesar 450 juta, belum beli tawas, kaporit, operasional dan lain sebagainya, jelas kita tekor”, ungkap Hairudin, Rabu (12/06/2024), dikantornya.
Oleh sebab itu, menurut Didi sapaan akrab Hairudin Usman, perlu adanya kesadaran masyarakat dalam membayar air tepat waktu. Dengan demikian tidak terjadi penumpukan dan membebani pelanggan itu sendiri.
“Coba kalau ada kesadaran dari pelanggan minimal 70 hingga 80 persen membayar tepat waktu, sehat kita (PDAM). Jangankan masyarakat, pegawai negeri saja banyak saja alasan yang dibuat-buat. Kalau mau ambil tindakan penyegelan, habis kita. Coba masyarakat bayar semua tunggakan, selesai perkara pak, saya pastikan tidak keluhan itu”, ujar Didi yakin.
Hingga saat ini, ungkap Didi, tunggakan masyarakat ke PDAM Tirta Moolango tercatat mencapai Rp.7 miliar, dan menjadi piutang pelanggan. Piutang sebesar itu adalah berupa akumulasi tunggakan pelanggan se Kabupaten Pohuwato.
“Berbagai upaya telah kami lakukan demi mengurangi piutang pelanggan tersebut, tapi lagi-lagi ada beberapa kendala di lapangan dengan berbagai macam alasan. Sehingganya, perlu ada kesadaran masyarakat membayar air tepat waktu”, katanya.



