Wujudkan Data Berkualitas, Bawaslu Pohuwato Gelar Rapat Koordinasi Bersama Lembaga Terkait

Foto bersama usai rapat koordinasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan oleh Bawaslu Pohuwato, Selasa (25/11/2025). (Foto : San)
Foto bersama usai rapat koordinasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan oleh Bawaslu Pohuwato, Selasa (25/11/2025). (Foto : San)

TINELO.ID, POHUWATO – Dalam rangka pengawasan terhadap data pemilih yang akurat kedepannya, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menggelar Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan tahun 2025.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua KPU, Iskandar Ibrahim didampingi Anggota Devisi Data, Usman Dunda, Kepala Dinas Dukcapil, Ahmad Djuuna, Kepala Dinas PMD, Kadir Amran, perwakilan Kodim, Polres dan Dinas Sosial Pohuwato, Selasa (25/11/2025) di Kedai Inspirasi Marisa.

 

Ketua Bawaslu Pohuwato, Yolanda Harun, SH dampangi Anggota Bawaslu, Amran Hulubangga menerangkan bahwa kegiatan tersebut berkaitan dengan singkonisasi dan suku data antar lembaga terkait seperti Dukcapil, PMD, Dinas Sosial dan TNI Polri.

 

“Sebagaimana undangan hari in ada beberapa lembaga terkait seperti Dukcapil kaitan dengan data kependudukan dan catatan sipil, juga dari PMD dengan data dari desa-desa, kemudian Dinas Sosial terkait data Disabilitas, ada juga dari Kepolisian dan TNI itu berkaitan dengan peralihan status dari anggota ke sipil juga dari sipil ke anggota, kemudian KPU yang merupakan mitra kerja tekait data pemilihan berkelanjutan yang ada,”terang Ketua Bawaslu, Yolanda Pakaya.

Yolanda menambahkan terkait dengan pemukhtahiran Data Pemilih itu akan berkelanjutan dan terus-menerus sampai tahapan Pemilu nanti agar data yang dihasilkan adalah akurat dan berkualitas.

 

“Kita ingin mendapatkan data yang akurat dan berkualitas. Yang pastinya ini akan berpengaruh pada saat pemilihan nantinya sehingga ini butuh data yang pasti dari lembaga-lembaga terkait,” tambah Yolanda.

 

Sebagaimana amanat Perbawaslu 1 tahun 2025 tentang pengawasan pemutahiran data pemilih berkelanjutan, kami memastikan data pemilih itu benar-benar tepat dan akurat.

 

“Seharusnya data pemilih yg telah meninggal sudah harus di keluarkan dalam daftar pemilih, namun hal ini pula tdk lepas dari data dukung seperti akta kematian dariĀ  masyarakat tersebut , sehingga perlu ada diskusi bersama lembaga2 terkait agar dapat memiliki kepastian,” jelas Yolanda.

Pos terkait