TINELO.ID, POHUWATO – Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (Kabag PBJ) Setda Pohuwato Jufri Arbie menanggapi perihal proses tender dari Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Herson Ali. Ia mengaku sependapat dengan adanya evaluasi kegiatan itu yang diharapkan menjadi tolok ukur bagi pembenahan selanjutnya.
“Pada prinsipnya saya sependapat dengan apa yang beliau sampaikan, memang harus di evaluasi kegiatan yang tahun 2003, hal-hal yang masih kurang harus di benahi di tahun 2004 ini. Sehingga diharapkan tidak ada lagi kasus-kasus atau proyek-proyek di tahun 2004 ini menjadi laporan ke APH”, ujar Kabag Jufri Arbie, saat dihubungi, Rabu (17/07/2024).
Bukan hanya itu, Kabag PBJ juga berharap kepada PPK setiap OPD agar menseriusi semua kegiatan yang ada di OPD masing-masing, mulai dari pengendalian kontraknya harus memang diperhatikan betul dan diseriusi.
Menurut Jufri, hal ini penting agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama, seperti keterlambatan proyek, pekerjaan yang tidak sesuai spek dan lain sebagainya bisa di hindari dan dikendalikan lebih awal.
Apalagi di tahun 2024 ini, kata Jufri lagi, terkait masalah tender untuk pekerjaan jasa kontruksi, pihaknya sudah memakai metode pemilihan menggunakan e-purchasing lewat e-katalog lokal konstruksi.
“Tender hanya akan dilakukan untuk pekerjaan konsultan. Kami telah menyelesaikan 9 paket tender yang direncanakan”, ungkap Jufri Arbie.
Jufri Arbie juga merinci beberapa proyek yang telah selesai ditenderkan, antara lain perencanaan untuk tiga paket Puskesmas dengan pagu anggaran masing-masing Rp220.000.000, serta pengawasan untuk proyek dengan total anggaran sekitar Rp.1 Miliar.
“Metode e-purchasing ini dirancang untuk efisiensi dan transparansi, di mana anggaran di atas Rp.200 juta proses pemilihannya dilakukan langsung oleh PPK melalui katalog lokal konstruksi kabupaten pohuwato”, pungkasnya.



