TINELO.ID, POHUWATO – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menerima kunjungan kerja dan silaturahmi dari Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo yang membidangi kesejahteraan sosial dan IPTEK, Rabu, (04/06/2025). Pertemuan berlangsung di ruang kerja bupati dan membahas sejumlah isu strategis yang tengah dihadapi Kabupaten Pohuwato.
Rombongan Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo terdiri dari para anggota legislatif yakni La Ode Haimudin, Ikbal Al Idrus, Ghalieb Lahidjun, Gustam Ismail, Djoni Dalanggo, Muhammad Dzikyan, dr. Sri Darsianti Tuna, dan Sapia Tuna.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Saipul menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah daerah, salah satunya adalah kondisi air sungai Taluduyunu yang keruh dan berdampak pada irigasi persawahan di Kecamatan Buntulia dan Kecamatan Duhiadaa.
Ia berharap ke depan Bendung Randangan dapat difungsikan secara maksimal untuk mengairi lahan persawahan di dua kecamatan tersebut.
“Air sungai Taluduyunu yang keruh ini menjadi masalah bagi petani. Harapan kami, Bendung Randangan bisa menjadi solusi permanen untuk mendukung irigasi di Kecamatan Buntulia dan Duhiadaa,”ujar Bupati Saipul.
Selain itu, Bupati juga memaparkan tentang status siaga malaria yang saat ini disandang Kabupaten Pohuwato. Menyikapi hal tersebut, pihaknya terus berupaya melakukan langkah-langkah preventif dan penanggulangan, termasuk peningkatan pelayanan kesehatan.
Terkait dengan ketersediaan tenaga medis, Saipul mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pohuwato telah menyekolahkan anak-anak daerah dengan pembiayaan dari APBD untuk menjadi dokter. Program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga medis hingga di tingkat kecamatan.
“Kita punya visi satu kecamatan satu dokter. Saat ini sudah ada putra-putri daerah yang kita sekolahkan untuk menjadi dokter, dan mereka akan kembali mengabdi di kampung halaman. Bahkan saat ini sudah ada 4 dokter yang telah selesai mengikuti pendidikan,” terangnya.
Tak hanya itu, Bupati juga menyinggung keberadaan perusahaan pertambangan di wilayah Pohuwato. Ia menyampaikan bahwa sekitar 40-an pemuda lokal telah mengikuti pelatihan selama dua bulan di Banyuwangi sebagai persiapan untuk menjadi tenaga kerja di Pani Gold Project.
“Kita dorong keterlibatan putra daerah. Alhamdulillah, sebagian besar dari peserta pelatihan adalah anak-anak Pohuwato. Mereka nantinya akan menjadi karyawan di perusahaan tambang yang saat ini beroperasi di wilayah Pani,” jelas Bupati.
Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diakhiri dengan diskusi terbuka antara anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pohuwato terkait upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.



